Selasa, 24 Februari 2015

Dinamika Negara Islam Kita


Judul Buku: Arsitek Peradaban Kumpulan Esai Penggugah Jiwa   
Pengarang:Anis Mata      
Penerbit :Fitrah Rabbani
Diterbitkan:Cetakan I,Juni 2006
Tebal Buku:xvi+135


Sinopsis di belakang buku       
 Arsitek Perdaban, Judul buku yang sangat mewakili kandungannya, karena benamg merah seluruh esai dari rubrik Syazarot Majalah Inthilaq ini sarat dengan muatan ideologis yang dipaparkan dengan cukuo cerdas, tanoa luapan emosional, diperkata pemikiran dan bahasa yang inklusif, lebih segar, dan tidak monoton. Selalu ada sesuatu yang baru yang kita dapatkan dari olah  bahasa yang dilakukannya. Ketika anda berhasil menyelami kandungan maknanya!Nisyaca Anda akan menjadi sosok manusia yang pantas untuk mengarsiteki sebuah peradaban yang dirindukan.
Ada enam bab pembahasan dalam buku ini dan masing-masing  bab terdiri dari enam sampai delapan buah pembahsan. Semuanya dipaparkan dengan logis dan begitu menyentuh hati. Tak salah jika kata pengantar  dari sang editor menyebut Anis Mata sebagai  Sang Gelombang. Kekayaan jiwa, keindahan pena, keluasan wawasan, keluwesan gaya bahasa, telah melahirkan kata-kata yang menghujam, pikiran-pikiran yang sangat tajam, dalam ungkapan-ungkapan yang bertenaga.
Membaca buku ini membuatku merenung tentang Islam, persatuan, ghawzul fikri dan banyak hal sesuai uraian yang dibahas dalam buku ini.  Betapa polemik itu seolah tak pernah berakhir. Betapa Islam begitu mudah dipecah belah hanya karena suatu perbedaan  kecil membuat kita memerangi saudara kita pemeluk  Islam lainnya. Potret buram negara Islam yang dipenuhi darah dan air mati yang seolah tiada henti. Walau buku ini sudah ditulis dari tahun 2006 tapi permasalahan  di dunia Islam  masih saja terus terjadi.
Inilah dunia Islam kita: anak-anak Palestina yang terpaksa mengambil peran orang tua mereka dalam menghadapi agresor Yahudi, penindasan rakyat Muslim Philipina yang tak kunjung selesai, dan Affghanistan yang harus memulai dari nol setelah Soviet memporak-porandakannya.
Inilah dunia Islam kita: negara-negara Teluk  tak pernah dingin, skenario musuh-musuh Islam memecah belah atas nama teritorial, dan Mesir kini mencari gara-gara dengan tetangganya, Sudan, atas nama perbatasan. (hal 4).
Ada banyak faktor yang sering mengoyak persatuan kita, misalnya kebodohan, ashabiyah, ambisi, dan konspirasi dari pihak luar. (hal.63)
Ketika kekalahan, tragedi, kelaparan, dan pembantaian mendera jasad Islam kita, kita selalu menyoal dua hal: konspirasi Barat dan lemahnya persatuan umat Islam.(hal.63)
Di bab tsaqafatuna, esai keempat di bab ini yang membahas Al-Badailul Islamiyah.  Ada satu sisi positif dari sejumlah kekhawatiran Barat terhadap Islam, jika yang terakhir ini diberi kesempatan eksis dan berkuasa. Benarkah Islam mampu memberi yang lebih baik bagi dunia? Mampukah kaum Muslim merealisasikan Islam dalam dunia nyata? (hal 69).
Pada tahap keyakinan, bingkai itu pun barangkali dapat dijawab sederhana: bisa. Tapi,secara internal, pertanyaan itu nampaknya tidak bisa terlalu disederhanakan. Sebab, di sini, pertanyaan tidak secara an sich. ditunjukan dalam bentuk  format-format pemikiran (shiyaghah fikriyah), sistem (shiyaghah manhajiyah), politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, teknologi, hubungan antarbangsa dan sebagainya. (hal 69)
Semakin banyak saya menghayati setiap esai dalam buku ini, semakin saya ingin menulis semua kalimat yang tertulis dalam buku ini sebagai kutipan kata pengugah jiwa  Islam kita. 
 Mari kita berusaha menghapus image jelek yang seing disematkan kepada pemeluk Islam sebagai teroris, penebar kebencian dengan menebarkan kedamaian. Semoga suatu saat nanti kita akan sampai kepada Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.


















Jumat, 23 Januari 2015

Mommylicious Membuatku Sadar Nikmatnya Menjadi Ibu

Membaca buku mommylicious membuatku  merasa memutar ulang rekaman  kenangan, dari  mulai pertama kali dinyatakan hamil, kemudian menjadi ibu, dilema menyusui, dan berbagai pengalaman lainnya seperti yang dituliskan oleh mbak Arin dan mbak Rina ke dalam lima bab  cerita di buku mommylicious.
Aku benar-benar menikmati setiap cerita di buku ini yang ditulis jujur, apa adanya namun banyak sekali ilmu yang dapat dipetik, dan tanpa sadar aku membandingkan  pengalamanku dengan pengalaman mbak Arin dan mbak Rina Susanti dibuku ini.
Well, aku juga ibu dari dua orang anak, pernah bekerja dan juga seorang   blogger tapi ada beberapa hal yang membedakan aku dan dua blogger hebat ini. Salah satunya adalah bagaimana mereka begitu menikmati perannya sebagai ibu dengan segala keribetan yang harus dialami dan pengorbanan yang dilakukan untuk menjadi seorang ibu. 
Membuatku  tertampar dan merasa malu, karena jujur saja dulu waktu pertama kali punya anak aku sangat ingin sekali kembali untuk bekerja dibandingkan  menjadi full mom mengurus anakku (walaupun mempunyai anak membuatku bahagia).
Kami berdua sudah mempersiapkan diri dari awal kami menikah untuk menjadi orang tua baru. Faktanya ketika hal itu benar-benar terjadi, dan dinyatakan positif hamil,  Aku belum siap untuk tanggung jawab besar itu, aku belum siap ketika harus berhenti berkerja dan benar-benar tergantung pada penghasilan suami. Aku belum siap jika ada orang bertanya padaku apa pekerjaan dan kegiatanku sekarang dan aku harus menjawab aku ibu rumah tangga sejati dan mereka  menanggapinya dengan  jawaban "Oh" dan buru-buru mengalihkan pertanyaan dan tatapan matanya ke arah lain.Seolah-olah menjadi full mom tak ada artinya.
Ketika Vinka lahir stressku juga belum reda malah bertambah, yang menyebabkan ASIku tidak keluar seperti yang dialami mbak Rina Susanti, bahkan di hari kedua usia Vinka, suami  membelikan susu formula sebagai antisipasi jika ASIku tak keluar juga. Tapi syukurlah ASIku akhirnya keluar  dan Vinka sama sekali tak perlu tambahan sufor sampai akhirnya dia harus disapih).
Rasa takut menguasaiku membuatku menjadi mrs.drama queen, cepat nangis dan tersinggung  terlebih lagi aku dan keluarga kecil kami  masih tinggal di rumah mertua. Membuatku merasa tertekan, takut melakukan kesalahan, takut mertua nggak suka, dsb, rasa takut dan obsesi ingin tampil sempurna di mata mertua itu yang justru membuatku  sering melakukan kesalahan dan tidak menikmati tingkah pola anak-anakku yang manis. Seperti Vinka yang sering memberikanku bunga, Shidiq yang sering membanjiriku dengan pelukan dan ciumannya meski aku belum mandi.

  • Aku selalu stress ketika anak-anak berantem, yaa rebut mainan, makanan, perhatian, atau nanggis teriak-teriak.(pertama kupikir anakku saja  yang suka berantem, dan aku ibu yang gagal tidak mendidik mereka dengan baik), tapi ternyata itu hal yang wajar mbak Arin dan mbak Rina Susanti juga mengalaminya).
  • Aku stress ketika anak membuat berantakan rumah. (Sebelum kami  memiliki anak, rumah mertua  selalu bersih bahkan beberapa kali dijadikan  sebagai contoh rumah sehat mewakili desa kami).
Melanjutkan kembali membaca buku Mommylicius membuatku tersenyum dengan pengalaman Mbak Arin ketika menyusui anak-anaknya. Posisi nungging ketika menyusui Asa dan posisi 69 ketika menyusui Cinta, aku juga pernah  merasakan pengalaman itu sewaktu menyusui Vinka dan Shidiq. 
cerita mengenai pertanyaan nakalnya, mbak Arin tentang siapa yang lebih dia cintai antara  Asa dan Cinta, membuat ingatanku  meloncat kembali ke pengalamanku sendiri pada tanggal 12 April 2012, gempa 8,5 skala ritcher kembali menguncang Aceh dan berpotensi tsunami.
Segera setelah gempa  berhenti aku memasukan semua barang yang kuanggap berharga dan perlengkapan Vinka dan Shidiq secukupnya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sinyal hp hilang, aku tak bisa menghubungi suami mengabarkan keadaan kami, Shidiq masih berusia 2 bulan dan Vinka 2,4 tahun saat itu. Di tengah kebingunganku harus mengungsi pakai kendaraan apa (sedangkan aku tak pandai bawa kendaraan selain sepeda) adikku dan dua anaknya yang SD sudah standby di atas motor hendak mengungsi dan mengajakku  untuk naik ke motornya. Kutitipkan Shidiq sebentar ke neneknya yang sedang  menunggu kakek mengeluarkan mobil. Neneknya meyarankan agar kami mengunsgi naik mobil kakek  Segera kunaikan Vinka ke atas motor, Sempit sekali motor itu dinaiki kami berlima. Neneknya meyarankan agar kami menggunakan mobil saja, tapi pengalaman tsunami yang lalu, mobil tidak cukup cepat untuk menghindari kemacetan orang yang mengungsi lainnya dan juga gelombang tsunami.
Keputusan sulit harus kulakukan dan aku memutuskan, Shidiq  ikut bersamaku, sehingga jika pun kami memang ditakdirkan untuk mati karena tsunami, kami akan mati bersama-sama. Sepanjang jalan aku menangis, membayangkan apa kakek neneknya akan selamat? Apa kami akan selamat? 
Baru 300 meter kami naik motor kemacetan sudah menghadang, sungguh tidak mudah naik sepeda motor berenam dan juga membawa barang bawaan. Pegal karena harus membawa ransel penuh barang, sementara tangan kiriku mengendong Shidiq dan tangan kananku menahan badan Vinka yang mulai mengantuk.
Diantara kemancetan ada seorang ibu  dengan seorang anak TK  yang juga terjebak kemancetan, dia menegurku dan membuatku sedih dan marah. 
"Bu, Sayang anaknya" sambil matanya memperhatikan Shidiq. Kalau aku bisa tentu aku akan memilih kendaraan yang lebih nyaman namun cepat untuk Shidiq dan Vinka, tapi kenyaataannya inilah kendaraan yang tercepat pada saar itu yang bisa membawa kami pergi ke tempat lebih aman, justru karena aku sayang anakku makanya aku mau repot  dan bersusah payah seperti ini. Karena aku sayang, aku tak mau berpisah darinya.(Ibu itu pasti belum pernah dikejar air tsunami, sehingga tidak tahu  bagaimana cepatnya air itu datang dan menghancurkan). Bagaimana jika posisi ibu itu berada di posisiku apa dia akan senang jika ada orang menegur seperti itu?
Gempa kuat masih saja terjadi hingga sore hari, tapi alhamdulillah tidak diiringi tsunami dan dari kejadian itu aku bisa mengukur, betapa aku tak bisa pisah dan sayang kedua anakku.
 Dari cerita curhat Si Mbak, juga membuatku merenung, sudah baikah aku sebagai ibu? dan masih banyak cerita lainnya yang juga mengaduk emosiku.
Betapa banyak sekali keputusan-kepotusan sulit yang harus dilakukan seorang ibu, meskipun dia tidak suka melakukannya tapi dia harus menjalaninya. Jadi stop menghakimi dan menilai keputusan yang diambil seseorang terutama seorang ibu sebelum kamu menempatkan diri diposisinya.
Thanks god i read this book, membuatku tersadar dari obsesi gila, untuk menjadi supermom, ibu yang sempurna yang mampu mengatasi segalanya  yang justru malah merubahku menjadi ibu yang galak dan menyebalkan.
Membaca buku ini seolah aku sedang melakukan terapi dengan seorang psikolog,yang menghipnotisku di setiap cerita dan membiarkanku  tenggelam dalam setiap cerita yang ditulis dan sekaligus kenangan yang kupunya dan berkata
"It's ok  not to be a perfect mother as long as you always try to be a good one."
Mommylicious membuatku merasa tidak sendiri, ternyata ada ibu-ibu yang lain juga mengalami perasaan, pengalaman dan masalah yang  sama bahkan lebih berat dari yang kualami.

Dan seolah menemukan obat untuk resahku, sebagai seorang ibu dengan begitu banyak kekurangan hatiku menjadi tenang seiring habisnya cerita yang kubaca di dalam buku ini Berkat buku ini membuatku lebih menikmati saat bersama anak-anak dan keluarga dibandingkan sebelumnya.
Oya, aku juga punya cerita  waktu pertama kali buku ini nyampe di rumah. Vinka (5thn, dah bisa baca) langsung tertarik untuk membacanya karena cover bukunya yang unyu-unyu( ilustrasi gambar kartun


Serius sekali  Kakak Vinka  baca buku Mommylicius


Gaya Vinka waktu baca cerita Mommylicius keras-keras



Tulisan ini diikut sertakan dalam



Senin, 05 Januari 2015

Lost in Korea

Judul buku : Lost in Korea, Paduan Komplet Traveling Irit ke Korea
Penulis: Cayi dan Gelbo
Penerbit:PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
ISBN: 978-979-22-7776-0
Tebal Buku: x + 240
Cetakan Kedua: Maret 2012





Sumpah yaa habis baca buku ini jadi ingin traveling ke korea. cerita, ilustrasi, lampiran-lampiran yang dibuat oke banget. Sesuai dengan testimoni yang terdapat di halaman pertama dan cover belakang buku ini. Nggak salah juga kalau buku ini jadi best seller  (tertulis di cover depannya) dan terbukti dari cetakan pertama pada bulan Desember 2011 dan harus cetak kembali di bulan Maret 2012.
Jujur ini buku traveling pertama yang aku baca, dan langsung membuatku insaf  dan ingin traveling.  Gelbo dan Cayi pandai sekali,  memaparkan alasan disertai argumen yang logis kenapa kita kudu traveling antara lain. 
Jadi buat yang masih pada punya pikiran negatif kalau traveling itu hanya buang-buang waktu dan uang, or traveling itu identik dengan belanja barang, hapus tuh pikiran dan ganti dengan hal positif seperti ditulis Cayi dan Gelbo yaitu:
1. Traveling membuat hidupmu makin berwarna.
2. Traveling membuatmu kaya pengalaman.
3. Traveling mengasah dan meningkatkan ketrampilanmu.
4. Traveling membuatmu mendapat lebih banyak teman dan saudara

Buku ini  unik, karena ditulis oleh Gelbo pencinta traveling yang awam dalam dunia tulis-menulis dan Cayi pencinta tulis-menulis yang awam dalam dunia traveling. Keunikan lainnya karena judul bukunya Lost in Korea (buatku mikir nggak salah neh buku tips travel kok judulnya lost alias nyasar)
Ternyata eh ternyata seolah paham pikiranku di halaman 6 ada jawaban kenapa milih  judul lost yang dimaksud penulis adalah loose ourselves yang artinya melebur. Jadi si penulis  ingin di setiap perjalanannya mereka melebur dengan masyarakat
Kenapa Harus Ke Luar Negeri?Kenapa Korea?
Aku rasa Cayi dan Gelbo ini ada bakat jadi peramal. (Buat yang masih juga nanya dalam hati, kenapa kita kudu jala-jalan ke luar negeri padahal negeri kita sendiri cantik banget untuk dieksplor).Karena di buku ini juga dijelaskan secara lengkap alasan kenapa kita harus jalan-jalan ke luar negeri dan kenapa mereka memilih Korea.
Korea itu  negara yang sukses menyebarkan budaya dan pariwisata ke kancah internasional lewat karya-karya dramanya. Korea juga punya sejarah yang cukup panjang dan membuatnya terpecah menjadi dua negara. Hallyu Wave Attack atau fenomena demam Korea yang beberapa tahun belakangan mulai melanda seluruh Asia membuat banyak bangsa di seluruh dunia yang berkunjung ke Korea untuk mempelajari budaya Korea.
Di Bab selanjutnya  di buku ini Cayi dan Gelbo akan memaparkan 11 hari perjalanan mereka lengkap bikin kita yang baca buku ini seolah ada di Korea. Dan nggak lupa disela-sela perjalanannya pasti  terdapat tips dan trik yang mereka lakukan untuk menghemat budget perjalanan, yang sangat bermanfaat bagi kita yang siapa tahu bakal atau mau ke Korea juga.....Aamiin
Hanya satu saja kelemahan buku ini menurutku yaitu,  harga-harga yang dicantumkan di buku ini  apa masih valid atau nggak yaa sekarang secara di buku kan diterbitin tahun 2012,  Ngaruh atau nggak  dengan penurunan mata uang rupiah, atau turunnya harga minyak bumi dunia he..3x

Rabu, 31 Desember 2014

Misteri di Hidup Ally


Apa yang kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal  orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah darimana dan duduk disampingmu mengaku sebagai adikmu? apa yang kau lakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain.
Itulah yang dialami  Ally tokoh utama dalam novel ini. Kejadian aneh mulai dialaminya ketika dia berumur sepuluh tahun. Dia tiba-tiba menghilang dan kemudian mendapatkan dirinya kembali ke kehidupannya, dimana dia menghilang, namun keadaannya tak lagi sama.
Ketika dia kembali, tiba-tiba Ally, sudah tak lagi menjadi anak tunggal dan mempunyai seorang adik yang berusia lima tahun dan Ally sama sekali tidak mempunyai ingatan apapun mengenai kebersamaannya dengan Albert adiknya.
Sebagai orang tua tentu saja Ibu Ally yang mengetahui keanehan pad diri Ally merasa khawatir. Ally pun  dibawa ke beberapa psikeater, dokter saraf  dan harus menjalani serangkaian test dan scan otak. Tapi, semua tak memberi jawaban atas misteri yang dialami oleh Ally.
Membaca bab 1 dan bab 2 dari buku ini membuatku sangat penasaran,misteri  apa yang sebenarnya  sedang terjadi dengan hidup Ally, tokoh utama dalam novel ini. Kenapa dia bisa tiba-tiba menghilang, dan ketika kembali selalu ada hal aneh yang terjadi. 
Rasa penasaranku  sama novel ally, membuatku kepo untuk terus pantengin timelinenya  mbak Arleen. Dari timeline  FBnya, aku jadi tahu selain bahas misteri di kehidupan ally, novel ini ini juga dibumbui dengan kisah cinta, puisi dan queto-queto keren seperti ini.
"Yah, bagaimanapun setiap orang punya cara yang berbeda untuk menghibur diri. Dan memang kita tidak pernah bisa benar-benar melupakan kesedihan karena ditinggalkan seseorang yang kita sayangi." (ally, all these lives, hal 57).
"Aku tidak tahu apakah ia memintaku menjadi kekasihnya karena memang suka padaku, atau hanya karena di matanya aku ini seorang wanita misterius yang punya cerita misterius." (ally, all these lives, hal 62).
"Setelah aku selesai bercerita, kami berdua diam. Ia tahu bahwa aku tidak mengharapkan jawaban atau komentar dari dirinya. Ia tahu aku hanya perlu dirinya untuk mendengarkan. dan itulah yang dilakukannya hari itu. Mendengarkanku."(ally, all these lives, hal 60)
"Bukankah setiap manusia hanya mempunyai satu hati?atau apakah hati bisa dibagi menjadi bilik-bilik berbeda untuk diberikan kepada orang-orang yang berbeda pula."
Jadi makin penasaran ingin baca kelajutannya. Oya, sekedar informasi buku Ally all these lives terbitan Gramedia Pustaka Utama akan segera diluncurkan di bulan Januari ini.  Jadi buat yang juga penasaran sama novel mbak Arleen bisa tuh siap-siap duit untuk beli buku dengan genre dewasa ini.


Selasa, 09 Desember 2014

The Ultimate Book Tag

Di tag sama Nathalia Diana Pitaloka…. Makasih Mbak :)
1. Do you get sick while reading in the car?
    Iya,nggak hanya baca, salah posisi duduk di mobil juga membuat saya sakit
2. Which author’s writing style is completely unique to you and why?
    Paulo Coelhoe, begitu mulai kita baca bukunya kita nggak bisa berhenti untuk  terus membaca sampai  
    bukunya kelar.
3. Harry Potter Series or the Twilight Saga? Give 3 points to defend your answer.
    Wah saya belum pernah baca Harry potter nonton filmnya seh sering, twiligtht saga juga belum pernah   
    nonton. Tapi saya pasti milih harry potter karena aman dibaca anak-anak, imajinasinya keren,  dan   
    perjuangan J.K Rowling untuk membukukan Hary Potter pantas diacungin dua jempol. keren banget

4. Do you carry a book bag? If so, what is it in (besides books…)?
    Enggak punya book bag.
5. Do you smell your books?
    iya, Apalagi buku baru.
6. Books with or without little illustrations?
     Dua-duanya suka,tapi kalau ada ilustrasi emang lebih nyenengin bacanya
7. What book did you love while reading but discovered later it wasn’t quality writing? (Ex. I read Twilight before I read HP and thought the writing was amazing but read HP and now think Twilight is a little bit of a joke.)
   apanya, mungkin cerita novel teenlit remaja yaa (lupa judul n penggarangnya)  dulu bacanya masih kuliah  semester awal, kok bagus yaa dia nulis cerita, kalau sekarang lebay amat seh diputusin pacar aja heboh (he..3x, mungkin faktor usia dan udah ketemu buku yang lebih bermutu rasanya baca yang lebay-lebay itu buang-buang waktu)
8. Do you have any funny stories involving books from your childhood? Please share!
   nggak ada
9. What is the thinnest book on your shelf?
  Majalah bobo
10. What is the thickest book on your shelf?
  Kado Pernikahan Untuk Istriku-Mohammad Fauzil Adhim
11. Do you write as well as read? Do you see yourself in the future as being an author?
Iya, Ini lagi menyeimbangkan antara hobi nulis dan membaca. Dua tahun terakhir ini saya sangat ingin menjadi penulis. Mudah-mudahan tercapai ini lagi usaha berubah dari penulis pemula menjadi penulis profesional.
12. When did you get into reading? 
    lupa umurnya berapa, tapi saya ingat saya suka baca majalah annanda
13. What is your favorite classic book?
Kriteria buku clasic apa yaa?Saya jarang baca buku clasic tapi saya  filsafat yang judulnya Dunia Sophie
14. In school was your best subject Language Arts/English?
SMP/SMA bahasa Inggris,  Kalau pas kuliah yaa Seni secara kuliahnya di teknik arsitektur
15. If you were given a book as a present that you had read before and hated…what would you do?
Simpan aja dulu.
16. What is a lesser known series that you know of that is similar to Harry Potter or the Hunger Games?
  Enggak tau :D
17. What is a bad habit you always do (besides rambling) while filming?
Saya bukan artis hee...3x, kalau kebiasaan buruk saya soal buku suka belanja buku tapi nggak sempat-sempat baca. Jadilah hutang bacaan banyak banget.
18. What is your favorite word?
Alhamdulillah
19. Are you a nerd, dork, or dweeb? Or all of the above?
Apanya??? he...3x no
20. Vampires or Fairies? Why?
Fairies,cantik dan ajaib
21. Shapeshifters or Angels? Why?
Shapeshifters, keren aja
22. Spirits or Werewolves? Why?
nggak dua-duanya
23. Zombies or vampires?
Vampires, zombies serem habis
24. Love Triangle or Forbidden Love?
Love triangle, sakitnya tuh disini :P
25. AND FINALLY: Full on romance books or action-packed with a few love scenes mixed in?
Full on romance books,asal nggak lebay dan bertele-tele

Selanjutnya saya mau tag Fardelyn Hacky, Riawani Elyta, Hairi Yanti, Melani Ika Savitri

Rabu, 03 Desember 2014

The Chocolate Thief

Judul Buku  : The Chocolate Thief
Penulis        : Laura Florand
Penerbit      : Bentang Pusaka
Penerjemah : Veronika Sri Utami
Tebal Buku  : 410 halaman
Harga Buku : 64.000
Tahun terbit  : 2013

Satu kata yang terbersit di kepala pertama kali melihat cover buku" The Chocolate Thief" yaitu romantis. Bagaimana tidak romantis   dari covernya saja kita sudah tahu kalau setting  tempatnya di Paris yang identik sebagai salah satu tempat paling romantis di dunia,  Keromantisannya di pertegas lagi oleh judul bukunya The chocolate thief, mencarimu di antara seribu coklat.
Oya, ketika  membaca buku ini saya sarankan sambil  ngemil yaa sekurang-kurangnya ada coklatlah menemani, karena kita akan dibuat lapar dan ngiler  oleh pembahasan coklat secara detail dalam novel ini.
Opening dimulai dari perkenalan salah satu tokoh utama yang ada di novel ini yaitu "Sylvain Marquis yang sangat mengetahui  apa yang paling diinginkan wanita. Ya, cokelat dan sepanjang hidupnya, ia telah mempelajari segala sesuatu tentang penganan lezat yang dicintai wanita ini.
Konflik dimulai ketika Cade Corey salah  seorang pemilik  perusahaan coklat terbesar di Amerika datang ke Paris untuk  menawarkan kerjasama  pada Sylvain Marquis, untuk medesain coklat untuk lini baru perusahaan Corey Bars yang dirintisnya.
Tanpa diduga Sylvain Marquis menolak tawaran kerjasama Cade Corey, membuat Cade Corey, merasa terhina sekaligus  semakin penasaran pada sosok dan coklat Sylvain Marquis.
Berbagai cara Cade lakukan untuk mendapatkan resep rahasia coklat Sylvain Marquis dari mulai  merelakan  kartu kredit digunakan oleh seorang turis Amerika selama sehari  demi bisa magang di tempat Sylvain Marquis, menduplikat kunci hingga nekat masuk diam-diam ke  atelier Sylvain Marquis.
Buku ini juga punya queto-queto menarik seperti
"Jika kau ingin memikat seorang wanita yang sebelumnya tak pernah melihat dua kali ke arahmu, cokelat yang lezat adalah senjata yang lebih manjur dibandingkan dengan racun cinta."(hal 32)
"Jalan untuk mencapai tubuh wanita adalah lewat apa yang disukai wanita dalam mulutnya."(hal 32)
Selain membahas mengenai cokelat, novel ini memaparkan dengan detail mengenai setting tempat yang diambilnya serta  kesempurnaan gadis Perancis yang mempesona seperti tergambar pada sosok Chantal. serta bahasa Perancis yang  banyak diselipkan diantara paragraf-paragraf bisa menambah kosakata kita.

Cerita semakin menarik ketika Sylvain Marquis yang sedang diliput oleh seorang food blogger menemukan sidik jari berlumur coklat di atas kerta-kertas kerja dan meja kerja miliknya.
Bagaimana nasib Cade Corey dan perusahaannya selanjutnya dengan pemberitaan "The Chocolate thief di blog dan koran-koran? Apa Sylvain Marquis tahu siapa yang meninggalkan sidik jari cokelat di mejanya?

The Chocolate Thief merupakan  salah satu dari keempat serial cokelat karangan Laura Florand. Ketiga lainnya adalah The Chocolate Kiss, The Chocolate Touch dan The Chocolate Heart yang diterbitkan Bentang Pusaka.

Senin, 17 November 2014

Blogger Cinta Indonesia

Judul Buku: Blogger Cinta Indonesia
Penerbit : Sixmidad
ISBN: 978-602-70506_7-9
Penulis: Hastira Soekardi, dkk
Cetakan Pertama: Agustus 2014




Cara Blogger Mencintai Indonesia
Negeri kita Indonesia memiliki banyak kekayaan alam, budaya, bahasa. Ada banyak cara dalam mencintai negeri kita. Semua orang mempunyai caranya masing- masing untuk mengekspersikan rasa cintanya.
Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang memenangkan sebuah kontes yang diselenggarakan oleh Pakdek Cholik komandan Blogcamp pada bulan Juli 2014 dengan tajuk"Aku dan Indonesia".
Melalui kontes ini para blogger diminta untuk menunjukkan rasa cintanya pada negaranya dengan suatu karya nyata bukan hanya berkoar-koar di mulut saja tapi tak ada satu bukti bahwa dia telah berbuat sesuatu sebagai bentuk rasa cintanya pada Indonesia. Ini adalah antalogi pertamaku bersama para blogger hebat.  Bangga rasanya bisa jadi salah satu kontestan yang tulisannya  ada di buku ini.