Zaman serba digital seperti sekarang ini semakin banyak situs berita baru yang bermunculan, semua aplikasi berita tersebut berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam memberikan informasi terkini untuk pengunanya.
Jumat, 20 Mei 2022
Selasa, 12 Juni 2018
Tumis bakso dan So Good Chicken Nugget
Pas
Ramadhan kaya gini kalau saya sukanya masak yang praktis-praktis aja, nggak mau
repot apalagi ribet. Kalau bisa satu
masakan itu bisa jadi sayur, kuah dan
lauk sekaligus, biar nggak capek.
Jumat, 14 Juli 2017
Prive Uricran Solusi Anyang-anyangan
Anyang-anyangan
salah satu indikasi kalau seseorang terkena infeksi saluran kemih. Ditandai
dengan rasa ingin buang air kecil yang sering namun tidak tuntas bahkan terasa
nyeri.
Selasa, 29 November 2016
Mencari Sosok Pemberani Untuk Membela Islam
Judul Buku : Seberapa Berani Anda Membela Islam?
Penulis :
Nai’m Yusuf
Penerbit :
Maghfirah Pustaka
Tahun
Terbit : Cetakan Pertama, Mei 2016
Jumlah Halaman : xiv + 274
Dimensi
Buku : A5
ISBN :
979-25-2643-9
Harga
: Rp 65.000
Sabtu, 23 Mei 2015
Mengenal Sosok Dr.Husaini Hasan
Alhamdulillah yaa tanggal 3 Mei kemarin resensi buku Dari Rimba Aceh ke Stockholm di muat di harian Singgalang. Ini penampakannya.
Judul Buku : Dari Rimba Aceh ke
Stockhom
Penulis : Dr.Husaini M.Hasan Sp.OG
Penerbit: Batavia Publishing
Cetakan: Pertama, Januari 2015
Tebal : xxiii+509 halaman
ISBN:978-602-71-4200-8
Mengenal Sosok Dr.Husaini M. Hasan
Sp.OG
Dr.
Husaini M. Hasan, lelaki yang tidak banyak berbicara. Ia tahu kapan waktunya
untuk mendengarkan dan kapan sebaiknya untuk mengeluarkan pendapat. Ia punya
kesetiaan dan keteguhan yang luar biasa, itu nilai yang paling penting yang
harus dimiliki oleh seorang pejuang dan tentara sekelas Napoleon. Cara
berpikirnya tenang dan tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang bersifat
emosional, bahkan dalam situasi yan bahaya sekali pun.
Dia
meninggalkan istri dan tiga anaknya yang masih kecil, ketika memutuskan
bergabung di Aceh Merdeka setelah membaca buku Tengku Hasan M.di Tiro Atjeh bak Mata Donya atau Aceh di Mata
Dunia.
Kehidupan
baru yang dijalani oleh Dr. Husaini, alam gerilya sebuah kondisi yang tak
menentu, penuh ancaman dan banyak rintangan. Seperti sebuah jalan yang tidak berujung.
Segala sesuatu bisa saja terjadi, bahkan kematian selalu terlihat di mata.
Sebelum keputusan perjuangan ini dia ambil kehidupannya baik-baik saja. Bisa
bertemu dan bersosialisasi dengan
sahabat, suasana kampus yang
menyenangkan, karir yang mulai menanjak pesat.(halaman 54)
Kenyataan
ini membuktikan bahwa gugurnya satu demi satu pejuang Aceh Merdeka di medan
perang sebagian besar adalah rakyat biasa dan bukan militer. Mereka adalah
sipil, penggagas Aceh Merdeka yang melawan tentara yang sudah terlatih untuk
bertempur.(halaman 64)
Pejuang
Aceh Merdeka melakukan revolusi ideologi di Iboih karena kondisi masyarakatnya
yang kompak, tidak ada yang membuka rahasia. Sehingga keamanan Iboih tetap
terjaga dari incaran tentara.
Bibit-bibit ideologi Aceh Merdeka disemaikan ke dada masyarakat di
kampung-kampung oleh utusan Aceh Merdeka
dari segala penjuru.(halaman 126)
Tengku
Hasan M. di Tiro menegaskan bahwa perjuangan Aceh Merdeka adalah perjuangan
politik bukan perjuangan bersenjata. Indonesia mengubah perjuangan politik Aceh
Merdeka menjadi perjuangan bersenjata. Kemudian mereka memburu dan menembaki
pejuang Aceh Merdeka, tanpa peradilan dan kesempatan untuk membela
diri.(halaman129)
Tengku
Hasan M.di Tiro memutuskan mengirim Dr.Husaini ke Amerika Serikat, Eropa, dan
Afrika untuk mencari bantuan dan dukungan perjuangan Aceh Merdeka. Wali Negara
mempersiapkan mission impossible ini
dan berulang kali berdiskusi dengan Dr.Husaini untuk mengatur strategi dan
membangun hubungan dengan UNO (PBB) lalu meyakinkan anggota PBB agar mau
mengagendakan masalah Aceh dalam rapat General
Assembly.(halaman 160)
Dr.
Husaini baru menyadari tubuhnya telah berlumuran darah. Darah mengucur dari
leher membasahi dada hingga bagian pinggang. Darah itu tidak terlihat karena
baju yang dia kenakan juga berwarna merah. Ternyata Dr.Husaini tertembak di
tiga tempat sekaligus yakni sebelah kanan, lambung kiri yang letaknya hanya beberapa millimeter dari
jantung, dan satu lagi di pangkal lengan kanan.(halaman 196)
Perjuangan
Aceh Merdeka semakin terdesak, selama enam bulan Dr.Husaini dan Shaiman
terkantung-kantung di Malaysia dalam kondisi tidak aman dan terkendala masalah
ekonomi. Sementara komunikasi dengan Wali Negara tidak begitu lancar.
Mengingat
keadaan yang semakin membahayakan. Dr.Husaini memutuskan untuk mencari bantuan
kepada UNHCR. Swedia bersedia sebagai negara penerima suaka politik. UNHCR
mempersiapkan kebutuhan untuk mengirimkan Dr. Husaini ke Swedia.(halaman 279)
Gus
Dur bersedia memberikan kemerdekaan untuk bangsa Aceh, mengingat selama ini
konflik berkepanjangan tidak kunjung selesai. Tapi, reaksi teman-teman
seperjuangan di Aceh Merdeka benar-benar di luar dugaan. Semua bereaksi
seolah-olah “It is too good to be true.”
Otobiografi
Dr. Husaini M. Hasan Sp.OG ditulis secara detil berdasarkan urutan hari dan
tanggal kejadian, sangat berani menyajikan fakta-fakta yang belum pernah
diungkap di media mana pun.
Buku
ini gaya penulisannya sangat berani namun mudah dicerna, membuat buku ini
sesuai untuk dijadikan literasi Politik
dan sejarah di tanah air. Sehingga menjadikan buku ini sebagai sumber
pengajaran dan inspirasi untuk semua kalangan.
Buat yang ingin mengirim resensi bisa check syarat-syaratnya disini, oya sebaiknya seh berlangganan epapernya dulu atau harus punya teman yang berlangganan epaper harian Singgalang, untuk memudahkan mengetahui resensimu dimuat atau tidakSelasa, 24 Februari 2015
Dinamika Negara Islam Kita

Judul Buku: Arsitek Peradaban Kumpulan Esai Penggugah Jiwa
Pengarang:Anis Mata
Penerbit :Fitrah Rabbani
Diterbitkan:Cetakan I,Juni 2006
Tebal Buku:xvi+135
Sinopsis di belakang buku
Arsitek Perdaban, Judul buku yang sangat mewakili kandungannya, karena benamg merah seluruh esai dari rubrik Syazarot Majalah Inthilaq ini sarat dengan muatan ideologis yang dipaparkan dengan cukuo cerdas, tanoa luapan emosional, diperkata pemikiran dan bahasa yang inklusif, lebih segar, dan tidak monoton. Selalu ada sesuatu yang baru yang kita dapatkan dari olah bahasa yang dilakukannya. Ketika anda berhasil menyelami kandungan maknanya!Nisyaca Anda akan menjadi sosok manusia yang pantas untuk mengarsiteki sebuah peradaban yang dirindukan.
Ada enam bab pembahasan dalam buku ini dan masing-masing bab terdiri dari enam sampai delapan buah pembahsan. Semuanya dipaparkan dengan logis dan begitu menyentuh hati. Tak salah jika kata pengantar dari sang editor menyebut Anis Mata sebagai Sang Gelombang. Kekayaan jiwa, keindahan pena, keluasan wawasan, keluwesan gaya bahasa, telah melahirkan kata-kata yang menghujam, pikiran-pikiran yang sangat tajam, dalam ungkapan-ungkapan yang bertenaga.
Membaca buku ini membuatku merenung tentang Islam, persatuan, ghawzul fikri dan banyak hal sesuai uraian yang dibahas dalam buku ini. Betapa polemik itu seolah tak pernah berakhir. Betapa Islam begitu mudah dipecah belah hanya karena suatu perbedaan kecil membuat kita memerangi saudara kita pemeluk Islam lainnya. Potret buram negara Islam yang dipenuhi darah dan air mati yang seolah tiada henti. Walau buku ini sudah ditulis dari tahun 2006 tapi permasalahan di dunia Islam masih saja terus terjadi.
Inilah dunia Islam kita: anak-anak Palestina yang terpaksa mengambil peran orang tua mereka dalam menghadapi agresor Yahudi, penindasan rakyat Muslim Philipina yang tak kunjung selesai, dan Affghanistan yang harus memulai dari nol setelah Soviet memporak-porandakannya.
Inilah dunia Islam kita: negara-negara Teluk tak pernah dingin, skenario musuh-musuh Islam memecah belah atas nama teritorial, dan Mesir kini mencari gara-gara dengan tetangganya, Sudan, atas nama perbatasan. (hal 4).
Ada banyak faktor yang sering mengoyak persatuan kita, misalnya kebodohan, ashabiyah, ambisi, dan konspirasi dari pihak luar. (hal.63)
Ketika kekalahan, tragedi, kelaparan, dan pembantaian mendera jasad Islam kita, kita selalu menyoal dua hal: konspirasi Barat dan lemahnya persatuan umat Islam.(hal.63)
Di bab tsaqafatuna, esai keempat di bab ini yang membahas Al-Badailul Islamiyah. Ada satu sisi positif dari sejumlah kekhawatiran Barat terhadap Islam, jika yang terakhir ini diberi kesempatan eksis dan berkuasa. Benarkah Islam mampu memberi yang lebih baik bagi dunia? Mampukah kaum Muslim merealisasikan Islam dalam dunia nyata? (hal 69).
Pada tahap keyakinan, bingkai itu pun barangkali dapat dijawab sederhana: bisa. Tapi,secara internal, pertanyaan itu nampaknya tidak bisa terlalu disederhanakan. Sebab, di sini, pertanyaan tidak secara an sich. ditunjukan dalam bentuk format-format pemikiran (shiyaghah fikriyah), sistem (shiyaghah manhajiyah), politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, teknologi, hubungan antarbangsa dan sebagainya. (hal 69)
Semakin banyak saya menghayati setiap esai dalam buku ini, semakin saya ingin menulis semua kalimat yang tertulis dalam buku ini sebagai kutipan kata pengugah jiwa Islam kita.
Mari kita berusaha menghapus image jelek yang seing disematkan kepada pemeluk Islam sebagai teroris, penebar kebencian dengan menebarkan kedamaian. Semoga suatu saat nanti kita akan sampai kepada Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Membaca buku ini membuatku merenung tentang Islam, persatuan, ghawzul fikri dan banyak hal sesuai uraian yang dibahas dalam buku ini. Betapa polemik itu seolah tak pernah berakhir. Betapa Islam begitu mudah dipecah belah hanya karena suatu perbedaan kecil membuat kita memerangi saudara kita pemeluk Islam lainnya. Potret buram negara Islam yang dipenuhi darah dan air mati yang seolah tiada henti. Walau buku ini sudah ditulis dari tahun 2006 tapi permasalahan di dunia Islam masih saja terus terjadi.
Inilah dunia Islam kita: anak-anak Palestina yang terpaksa mengambil peran orang tua mereka dalam menghadapi agresor Yahudi, penindasan rakyat Muslim Philipina yang tak kunjung selesai, dan Affghanistan yang harus memulai dari nol setelah Soviet memporak-porandakannya.
Inilah dunia Islam kita: negara-negara Teluk tak pernah dingin, skenario musuh-musuh Islam memecah belah atas nama teritorial, dan Mesir kini mencari gara-gara dengan tetangganya, Sudan, atas nama perbatasan. (hal 4).
Ada banyak faktor yang sering mengoyak persatuan kita, misalnya kebodohan, ashabiyah, ambisi, dan konspirasi dari pihak luar. (hal.63)
Ketika kekalahan, tragedi, kelaparan, dan pembantaian mendera jasad Islam kita, kita selalu menyoal dua hal: konspirasi Barat dan lemahnya persatuan umat Islam.(hal.63)
Di bab tsaqafatuna, esai keempat di bab ini yang membahas Al-Badailul Islamiyah. Ada satu sisi positif dari sejumlah kekhawatiran Barat terhadap Islam, jika yang terakhir ini diberi kesempatan eksis dan berkuasa. Benarkah Islam mampu memberi yang lebih baik bagi dunia? Mampukah kaum Muslim merealisasikan Islam dalam dunia nyata? (hal 69).
Pada tahap keyakinan, bingkai itu pun barangkali dapat dijawab sederhana: bisa. Tapi,secara internal, pertanyaan itu nampaknya tidak bisa terlalu disederhanakan. Sebab, di sini, pertanyaan tidak secara an sich. ditunjukan dalam bentuk format-format pemikiran (shiyaghah fikriyah), sistem (shiyaghah manhajiyah), politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, teknologi, hubungan antarbangsa dan sebagainya. (hal 69)
Semakin banyak saya menghayati setiap esai dalam buku ini, semakin saya ingin menulis semua kalimat yang tertulis dalam buku ini sebagai kutipan kata pengugah jiwa Islam kita.
Mari kita berusaha menghapus image jelek yang seing disematkan kepada pemeluk Islam sebagai teroris, penebar kebencian dengan menebarkan kedamaian. Semoga suatu saat nanti kita akan sampai kepada Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Jumat, 23 Januari 2015
Mommylicious Membuatku Sadar Nikmatnya Menjadi Ibu
Membaca buku mommylicious membuatku merasa memutar ulang rekaman kenangan, dari mulai pertama kali dinyatakan hamil, kemudian menjadi ibu, dilema menyusui, dan berbagai pengalaman lainnya seperti yang dituliskan oleh mbak Arin dan mbak Rina ke dalam lima bab cerita di buku mommylicious.
Aku benar-benar menikmati setiap cerita di buku ini yang ditulis jujur, apa adanya namun banyak sekali ilmu yang dapat dipetik, dan tanpa sadar aku membandingkan pengalamanku dengan pengalaman mbak Arin dan mbak Rina Susanti dibuku ini.
Well, aku juga ibu dari dua orang anak, pernah bekerja dan juga seorang blogger tapi ada beberapa hal yang membedakan aku dan dua blogger hebat ini. Salah satunya adalah bagaimana mereka begitu menikmati perannya sebagai ibu dengan segala keribetan yang harus dialami dan pengorbanan yang dilakukan untuk menjadi seorang ibu.
Membuatku tertampar dan merasa malu, karena jujur saja dulu waktu pertama kali punya anak aku sangat ingin sekali kembali untuk bekerja dibandingkan menjadi full mom mengurus anakku (walaupun mempunyai anak membuatku bahagia).
Kami berdua sudah mempersiapkan diri dari awal kami menikah untuk menjadi orang tua baru. Faktanya ketika hal itu benar-benar terjadi, dan dinyatakan positif hamil, Aku belum siap untuk tanggung jawab besar itu, aku belum siap ketika harus berhenti berkerja dan benar-benar tergantung pada penghasilan suami. Aku belum siap jika ada orang bertanya padaku apa pekerjaan dan kegiatanku sekarang dan aku harus menjawab aku ibu rumah tangga sejati dan mereka menanggapinya dengan jawaban "Oh" dan buru-buru mengalihkan pertanyaan dan tatapan matanya ke arah lain.Seolah-olah menjadi full mom tak ada artinya.
Ketika Vinka lahir stressku juga belum reda malah bertambah, yang menyebabkan ASIku tidak keluar seperti yang dialami mbak Rina Susanti, bahkan di hari kedua usia Vinka, suami membelikan susu formula sebagai antisipasi jika ASIku tak keluar juga. Tapi syukurlah ASIku akhirnya keluar dan Vinka sama sekali tak perlu tambahan sufor sampai akhirnya dia harus disapih).
Rasa takut menguasaiku membuatku menjadi mrs.drama queen, cepat nangis dan tersinggung terlebih lagi aku dan keluarga kecil kami masih tinggal di rumah mertua. Membuatku merasa tertekan, takut melakukan kesalahan, takut mertua nggak suka, dsb, rasa takut dan obsesi ingin tampil sempurna di mata mertua itu yang justru membuatku sering melakukan kesalahan dan tidak menikmati tingkah pola anak-anakku yang manis. Seperti Vinka yang sering memberikanku bunga, Shidiq yang sering membanjiriku dengan pelukan dan ciumannya meski aku belum mandi.
Well, aku juga ibu dari dua orang anak, pernah bekerja dan juga seorang blogger tapi ada beberapa hal yang membedakan aku dan dua blogger hebat ini. Salah satunya adalah bagaimana mereka begitu menikmati perannya sebagai ibu dengan segala keribetan yang harus dialami dan pengorbanan yang dilakukan untuk menjadi seorang ibu.
Membuatku tertampar dan merasa malu, karena jujur saja dulu waktu pertama kali punya anak aku sangat ingin sekali kembali untuk bekerja dibandingkan menjadi full mom mengurus anakku (walaupun mempunyai anak membuatku bahagia).
Kami berdua sudah mempersiapkan diri dari awal kami menikah untuk menjadi orang tua baru. Faktanya ketika hal itu benar-benar terjadi, dan dinyatakan positif hamil, Aku belum siap untuk tanggung jawab besar itu, aku belum siap ketika harus berhenti berkerja dan benar-benar tergantung pada penghasilan suami. Aku belum siap jika ada orang bertanya padaku apa pekerjaan dan kegiatanku sekarang dan aku harus menjawab aku ibu rumah tangga sejati dan mereka menanggapinya dengan jawaban "Oh" dan buru-buru mengalihkan pertanyaan dan tatapan matanya ke arah lain.Seolah-olah menjadi full mom tak ada artinya.
Ketika Vinka lahir stressku juga belum reda malah bertambah, yang menyebabkan ASIku tidak keluar seperti yang dialami mbak Rina Susanti, bahkan di hari kedua usia Vinka, suami membelikan susu formula sebagai antisipasi jika ASIku tak keluar juga. Tapi syukurlah ASIku akhirnya keluar dan Vinka sama sekali tak perlu tambahan sufor sampai akhirnya dia harus disapih).
Rasa takut menguasaiku membuatku menjadi mrs.drama queen, cepat nangis dan tersinggung terlebih lagi aku dan keluarga kecil kami masih tinggal di rumah mertua. Membuatku merasa tertekan, takut melakukan kesalahan, takut mertua nggak suka, dsb, rasa takut dan obsesi ingin tampil sempurna di mata mertua itu yang justru membuatku sering melakukan kesalahan dan tidak menikmati tingkah pola anak-anakku yang manis. Seperti Vinka yang sering memberikanku bunga, Shidiq yang sering membanjiriku dengan pelukan dan ciumannya meski aku belum mandi.
- Aku selalu stress ketika anak-anak berantem, yaa rebut mainan, makanan, perhatian, atau nanggis teriak-teriak.(pertama kupikir anakku saja yang suka berantem, dan aku ibu yang gagal tidak mendidik mereka dengan baik), tapi ternyata itu hal yang wajar mbak Arin dan mbak Rina Susanti juga mengalaminya).
- Aku stress ketika anak membuat berantakan rumah. (Sebelum kami memiliki anak, rumah mertua selalu bersih bahkan beberapa kali dijadikan sebagai contoh rumah sehat mewakili desa kami).
cerita mengenai pertanyaan nakalnya, mbak Arin tentang siapa yang lebih dia cintai antara Asa dan Cinta, membuat ingatanku meloncat kembali ke pengalamanku sendiri pada tanggal 12 April 2012, gempa 8,5 skala ritcher kembali menguncang Aceh dan berpotensi tsunami.
Segera setelah gempa berhenti aku memasukan semua barang yang kuanggap berharga dan perlengkapan Vinka dan Shidiq secukupnya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sinyal hp hilang, aku tak bisa menghubungi suami mengabarkan keadaan kami, Shidiq masih berusia 2 bulan dan Vinka 2,4 tahun saat itu. Di tengah kebingunganku harus mengungsi pakai kendaraan apa (sedangkan aku tak pandai bawa kendaraan selain sepeda) adikku dan dua anaknya yang SD sudah standby di atas motor hendak mengungsi dan mengajakku untuk naik ke motornya. Kutitipkan Shidiq sebentar ke neneknya yang sedang menunggu kakek mengeluarkan mobil. Neneknya meyarankan agar kami mengunsgi naik mobil kakek Segera kunaikan Vinka ke atas motor, Sempit sekali motor itu dinaiki kami berlima. Neneknya meyarankan agar kami menggunakan mobil saja, tapi pengalaman tsunami yang lalu, mobil tidak cukup cepat untuk menghindari kemacetan orang yang mengungsi lainnya dan juga gelombang tsunami.
Keputusan sulit harus kulakukan dan aku memutuskan, Shidiq ikut bersamaku, sehingga jika pun kami memang ditakdirkan untuk mati karena tsunami, kami akan mati bersama-sama. Sepanjang jalan aku menangis, membayangkan apa kakek neneknya akan selamat? Apa kami akan selamat?
Baru 300 meter kami naik motor kemacetan sudah menghadang, sungguh tidak mudah naik sepeda motor berenam dan juga membawa barang bawaan. Pegal karena harus membawa ransel penuh barang, sementara tangan kiriku mengendong Shidiq dan tangan kananku menahan badan Vinka yang mulai mengantuk.
Diantara kemancetan ada seorang ibu dengan seorang anak TK yang juga terjebak kemancetan, dia menegurku dan membuatku sedih dan marah.
"Bu, Sayang anaknya" sambil matanya memperhatikan Shidiq. Kalau aku bisa tentu aku akan memilih kendaraan yang lebih nyaman namun cepat untuk Shidiq dan Vinka, tapi kenyaataannya inilah kendaraan yang tercepat pada saar itu yang bisa membawa kami pergi ke tempat lebih aman, justru karena aku sayang anakku makanya aku mau repot dan bersusah payah seperti ini. Karena aku sayang, aku tak mau berpisah darinya.(Ibu itu pasti belum pernah dikejar air tsunami, sehingga tidak tahu bagaimana cepatnya air itu datang dan menghancurkan). Bagaimana jika posisi ibu itu berada di posisiku apa dia akan senang jika ada orang menegur seperti itu?
Gempa kuat masih saja terjadi hingga sore hari, tapi alhamdulillah tidak diiringi tsunami dan dari kejadian itu aku bisa mengukur, betapa aku tak bisa pisah dan sayang kedua anakku.
Dari cerita curhat Si Mbak, juga membuatku merenung, sudah baikah aku sebagai ibu? dan masih banyak cerita lainnya yang juga mengaduk emosiku.
Betapa banyak sekali
keputusan-kepotusan sulit yang harus dilakukan seorang ibu, meskipun dia
tidak suka melakukannya tapi dia harus menjalaninya. Jadi stop menghakimi dan menilai keputusan yang diambil seseorang terutama seorang ibu sebelum kamu menempatkan diri diposisinya.
Thanks god i read this book, membuatku tersadar dari obsesi gila, untuk menjadi supermom, ibu yang sempurna yang mampu mengatasi segalanya yang justru malah merubahku menjadi ibu yang galak dan menyebalkan.
Membaca buku ini seolah aku sedang melakukan terapi dengan seorang psikolog,yang menghipnotisku di setiap cerita dan membiarkanku tenggelam dalam setiap cerita yang ditulis dan sekaligus kenangan yang kupunya dan berkata
"It's ok not to be a perfect mother as long as you always try to be a good one."
Mommylicious membuatku merasa tidak sendiri, ternyata ada ibu-ibu yang lain juga mengalami perasaan, pengalaman dan masalah yang sama bahkan lebih berat dari yang kualami.
Dan seolah menemukan obat untuk resahku, sebagai seorang ibu dengan begitu banyak kekurangan hatiku menjadi tenang seiring habisnya cerita yang kubaca di dalam buku ini Berkat buku ini membuatku lebih menikmati saat bersama anak-anak dan keluarga dibandingkan sebelumnya.
Thanks god i read this book, membuatku tersadar dari obsesi gila, untuk menjadi supermom, ibu yang sempurna yang mampu mengatasi segalanya yang justru malah merubahku menjadi ibu yang galak dan menyebalkan.
Membaca buku ini seolah aku sedang melakukan terapi dengan seorang psikolog,yang menghipnotisku di setiap cerita dan membiarkanku tenggelam dalam setiap cerita yang ditulis dan sekaligus kenangan yang kupunya dan berkata
"It's ok not to be a perfect mother as long as you always try to be a good one."
Mommylicious membuatku merasa tidak sendiri, ternyata ada ibu-ibu yang lain juga mengalami perasaan, pengalaman dan masalah yang sama bahkan lebih berat dari yang kualami.
Dan seolah menemukan obat untuk resahku, sebagai seorang ibu dengan begitu banyak kekurangan hatiku menjadi tenang seiring habisnya cerita yang kubaca di dalam buku ini Berkat buku ini membuatku lebih menikmati saat bersama anak-anak dan keluarga dibandingkan sebelumnya.
Oya, aku juga
punya cerita waktu pertama kali buku ini nyampe di rumah. Vinka (5thn,
dah bisa baca) langsung tertarik untuk membacanya karena cover bukunya
yang unyu-unyu( ilustrasi gambar kartun
![]() |
| Serius sekali Kakak Vinka baca buku Mommylicius |
![]() |
| Gaya Vinka waktu baca cerita Mommylicius keras-keras Tulisan ini diikut sertakan dalam |
Senin, 05 Januari 2015
Lost in Korea
Penulis: Cayi dan Gelbo
Penerbit:PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
ISBN: 978-979-22-7776-0
Tebal Buku: x + 240
Cetakan Kedua: Maret 2012

Sumpah yaa habis baca buku ini jadi ingin traveling ke korea. cerita, ilustrasi, lampiran-lampiran yang dibuat oke banget. Sesuai dengan testimoni yang terdapat di halaman pertama dan cover belakang buku ini. Nggak salah juga kalau buku ini jadi best seller (tertulis di cover depannya) dan terbukti dari cetakan pertama pada bulan Desember 2011 dan harus cetak kembali di bulan Maret 2012.
Jujur ini buku traveling pertama yang aku baca, dan langsung membuatku insaf dan ingin traveling. Gelbo dan Cayi pandai sekali, memaparkan alasan disertai argumen yang logis kenapa kita kudu traveling antara lain.
Jadi buat yang masih pada punya pikiran negatif kalau traveling itu hanya buang-buang waktu dan uang, or traveling itu identik dengan belanja barang, hapus tuh pikiran dan ganti dengan hal positif seperti ditulis Cayi dan Gelbo yaitu:
1. Traveling membuat hidupmu makin berwarna.
2. Traveling membuatmu kaya pengalaman.
3. Traveling mengasah dan meningkatkan ketrampilanmu.
4. Traveling membuatmu mendapat lebih banyak teman dan saudara
Buku ini unik, karena ditulis oleh Gelbo pencinta traveling yang awam dalam dunia tulis-menulis dan Cayi pencinta tulis-menulis yang awam dalam dunia traveling. Keunikan lainnya karena judul bukunya Lost in Korea (buatku mikir nggak salah neh buku tips travel kok judulnya lost alias nyasar)
Ternyata eh ternyata seolah paham pikiranku di halaman 6 ada jawaban kenapa milih judul lost yang dimaksud penulis adalah loose ourselves yang artinya melebur. Jadi si penulis ingin di setiap perjalanannya mereka melebur dengan masyarakat
Kenapa Harus Ke Luar Negeri?Kenapa Korea?
Aku rasa Cayi dan Gelbo ini ada bakat jadi peramal. (Buat yang masih juga nanya dalam hati, kenapa kita kudu jala-jalan ke
luar negeri padahal negeri kita sendiri cantik banget untuk dieksplor).Karena di buku ini juga dijelaskan secara lengkap alasan kenapa kita harus jalan-jalan ke luar negeri dan kenapa mereka memilih Korea.
Korea itu negara yang sukses menyebarkan budaya dan pariwisata ke kancah internasional lewat karya-karya dramanya. Korea juga punya sejarah yang cukup panjang dan membuatnya terpecah menjadi dua negara. Hallyu Wave Attack atau fenomena demam Korea yang beberapa tahun belakangan mulai melanda seluruh Asia membuat banyak bangsa di seluruh dunia yang berkunjung ke Korea untuk mempelajari budaya Korea.
Di Bab selanjutnya di buku ini Cayi dan Gelbo akan memaparkan 11 hari perjalanan mereka lengkap bikin kita yang baca buku ini seolah ada di Korea. Dan nggak lupa disela-sela perjalanannya pasti terdapat tips dan trik yang mereka lakukan untuk menghemat budget perjalanan, yang sangat bermanfaat bagi kita yang siapa tahu bakal atau mau ke Korea juga.....Aamiin
Hanya satu saja kelemahan buku ini menurutku yaitu,
harga-harga yang dicantumkan di buku ini apa masih valid atau nggak yaa sekarang secara di buku kan diterbitin tahun 2012, Ngaruh atau nggak dengan penurunan mata uang rupiah, atau turunnya
harga minyak bumi dunia he..3x
Rabu, 31 Desember 2014
Misteri di Hidup Ally
Apa yang kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah darimana dan duduk disampingmu mengaku sebagai adikmu? apa yang kau lakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain.
Itulah yang dialami Ally tokoh utama dalam novel ini. Kejadian aneh mulai dialaminya ketika dia berumur sepuluh tahun. Dia tiba-tiba menghilang dan kemudian mendapatkan dirinya kembali ke kehidupannya, dimana dia menghilang, namun keadaannya tak lagi sama.
Ketika dia kembali, tiba-tiba Ally, sudah tak lagi menjadi anak tunggal dan mempunyai seorang adik yang berusia lima tahun dan Ally sama sekali tidak mempunyai ingatan apapun mengenai kebersamaannya dengan Albert adiknya.
Sebagai orang tua tentu saja Ibu Ally yang mengetahui keanehan pad diri Ally merasa khawatir. Ally pun dibawa ke beberapa psikeater, dokter saraf dan harus menjalani serangkaian test dan scan otak. Tapi, semua tak memberi jawaban atas misteri yang dialami oleh Ally.
Membaca bab 1 dan bab 2 dari buku ini membuatku sangat penasaran,misteri apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan hidup Ally, tokoh utama dalam novel ini. Kenapa dia bisa tiba-tiba menghilang, dan ketika kembali selalu ada hal aneh yang terjadi.
Rasa penasaranku sama novel ally, membuatku kepo untuk terus pantengin timelinenya mbak Arleen. Dari timeline FBnya, aku jadi tahu selain bahas misteri di kehidupan ally, novel ini ini juga dibumbui dengan kisah cinta, puisi dan queto-queto keren seperti ini.
"Yah, bagaimanapun setiap orang punya cara yang berbeda untuk menghibur diri. Dan memang kita tidak pernah bisa benar-benar melupakan kesedihan karena ditinggalkan seseorang yang kita sayangi." (ally, all these lives, hal 57).
"Aku tidak tahu apakah ia memintaku menjadi kekasihnya karena memang suka padaku, atau hanya karena di matanya aku ini seorang wanita misterius yang punya cerita misterius." (ally, all these lives, hal 62).
"Setelah aku selesai bercerita, kami berdua diam. Ia tahu bahwa aku tidak mengharapkan jawaban atau komentar dari dirinya. Ia tahu aku hanya perlu dirinya untuk mendengarkan. dan itulah yang dilakukannya hari itu. Mendengarkanku."(ally, all these lives, hal 60)
"Bukankah setiap manusia hanya mempunyai satu hati?atau apakah hati bisa dibagi menjadi bilik-bilik berbeda untuk diberikan kepada orang-orang yang berbeda pula."
Jadi makin penasaran ingin baca kelajutannya. Oya, sekedar informasi buku Ally all these lives terbitan Gramedia Pustaka Utama akan segera diluncurkan di bulan Januari ini. Jadi buat yang juga penasaran sama novel mbak Arleen bisa tuh siap-siap duit untuk beli buku dengan genre dewasa ini.
Jadi makin penasaran ingin baca kelajutannya. Oya, sekedar informasi buku Ally all these lives terbitan Gramedia Pustaka Utama akan segera diluncurkan di bulan Januari ini. Jadi buat yang juga penasaran sama novel mbak Arleen bisa tuh siap-siap duit untuk beli buku dengan genre dewasa ini.
Selasa, 09 Desember 2014
The Ultimate Book Tag
Di tag sama Nathalia Diana Pitaloka…. Makasih Mbak :)
1. Do you get sick while reading in the car?
Iya,nggak hanya baca, salah posisi duduk di mobil juga membuat saya sakit
2. Which author’s writing style is completely unique to you and why?
Paulo Coelhoe, begitu mulai kita baca bukunya kita nggak bisa berhenti untuk terus membaca sampai
bukunya kelar.
3. Harry Potter Series or the Twilight Saga? Give 3 points to defend your answer.
Wah saya belum pernah baca Harry potter nonton filmnya seh sering, twiligtht saga juga belum pernah
nonton. Tapi saya pasti milih harry potter karena aman dibaca anak-anak, imajinasinya keren, dan
perjuangan J.K Rowling untuk membukukan Hary Potter pantas diacungin dua jempol. keren banget
4. Do you carry a book bag? If so, what is it in (besides books…)?
Enggak punya book bag.
5. Do you smell your books?
iya, Apalagi buku baru.
6. Books with or without little illustrations?
Dua-duanya suka,tapi kalau ada ilustrasi emang lebih nyenengin bacanya
7. What book did you love while reading but discovered later it
wasn’t quality writing? (Ex. I read Twilight before I read HP and
thought the writing was amazing but read HP and now think Twilight is a
little bit of a joke.)
apanya, mungkin cerita novel teenlit remaja yaa (lupa judul n penggarangnya) dulu bacanya masih kuliah semester awal, kok bagus yaa dia nulis cerita, kalau sekarang lebay amat seh diputusin pacar aja heboh (he..3x, mungkin faktor usia dan udah ketemu buku yang lebih bermutu rasanya baca yang lebay-lebay itu buang-buang waktu)
8. Do you have any funny stories involving books from your childhood? Please share!
nggak ada
9. What is the thinnest book on your shelf?
Majalah bobo
10. What is the thickest book on your shelf?
Kado Pernikahan Untuk Istriku-Mohammad Fauzil Adhim
11. Do you write as well as read? Do you see yourself in the future as being an author?
Iya, Ini lagi menyeimbangkan antara hobi nulis dan membaca. Dua tahun terakhir ini saya sangat ingin menjadi penulis. Mudah-mudahan tercapai ini lagi usaha berubah dari penulis pemula menjadi penulis profesional.
12. When did you get into reading?
lupa umurnya berapa, tapi saya ingat saya suka baca majalah annanda
13. What is your favorite classic book?
Kriteria buku clasic apa yaa?Saya jarang baca buku clasic tapi saya filsafat yang judulnya Dunia Sophie
14. In school was your best subject Language Arts/English?
SMP/SMA bahasa Inggris, Kalau pas kuliah yaa Seni secara kuliahnya di teknik arsitektur
15. If you were given a book as a present that you had read before and hated…what would you do?
Simpan aja dulu.
16. What is a lesser known series that you know of that is similar to Harry Potter or the Hunger Games?
Enggak tau :D
17. What is a bad habit you always do (besides rambling) while filming?
Saya bukan artis hee...3x, kalau kebiasaan buruk saya soal buku suka belanja buku tapi nggak sempat-sempat baca. Jadilah hutang bacaan banyak banget.
18. What is your favorite word?
Alhamdulillah
19. Are you a nerd, dork, or dweeb? Or all of the above?
Apanya??? he...3x no
20. Vampires or Fairies? Why?
Fairies,cantik dan ajaib
21. Shapeshifters or Angels? Why?
Shapeshifters, keren aja
22. Spirits or Werewolves? Why?
nggak dua-duanya
23. Zombies or vampires?
Vampires, zombies serem habis
24. Love Triangle or Forbidden Love?
Love triangle, sakitnya tuh disini :P
25. AND FINALLY: Full on romance books or action-packed with a few love scenes mixed in?
Full on romance books,asal nggak lebay dan bertele-tele
Selanjutnya saya mau tag Fardelyn Hacky, Riawani Elyta, Hairi Yanti, Melani Ika Savitri
Rabu, 03 Desember 2014
The Chocolate Thief
Judul Buku : The Chocolate Thief
Penulis : Laura Florand
Penerbit : Bentang Pusaka
Penerjemah : Veronika Sri Utami
Tebal Buku : 410 halaman
Harga Buku : 64.000
Tahun terbit : 2013
Penulis : Laura Florand
Penerbit : Bentang Pusaka
Penerjemah : Veronika Sri Utami
Tebal Buku : 410 halaman
Harga Buku : 64.000
Tahun terbit : 2013
Satu kata yang terbersit di kepala pertama kali melihat cover buku" The Chocolate Thief" yaitu romantis. Bagaimana tidak romantis dari covernya saja kita sudah tahu kalau setting tempatnya di Paris yang identik sebagai salah satu tempat paling romantis di dunia, Keromantisannya di pertegas lagi oleh judul bukunya The chocolate thief, mencarimu di antara seribu coklat.
Oya, ketika membaca buku ini saya sarankan sambil ngemil yaa sekurang-kurangnya ada coklatlah menemani, karena kita akan dibuat lapar dan ngiler oleh pembahasan coklat secara detail dalam novel ini.
Oya, ketika membaca buku ini saya sarankan sambil ngemil yaa sekurang-kurangnya ada coklatlah menemani, karena kita akan dibuat lapar dan ngiler oleh pembahasan coklat secara detail dalam novel ini.
Opening dimulai dari perkenalan salah satu tokoh utama yang ada di novel ini yaitu "Sylvain Marquis yang sangat mengetahui apa yang paling diinginkan wanita. Ya, cokelat dan sepanjang hidupnya, ia telah mempelajari segala sesuatu tentang penganan lezat yang dicintai wanita ini.
Konflik dimulai ketika Cade Corey salah seorang pemilik perusahaan coklat terbesar di Amerika datang ke Paris untuk menawarkan kerjasama pada Sylvain Marquis, untuk medesain coklat untuk lini baru perusahaan Corey Bars yang dirintisnya.
Tanpa diduga Sylvain Marquis menolak tawaran kerjasama Cade Corey, membuat Cade Corey, merasa terhina sekaligus semakin penasaran pada sosok dan coklat Sylvain Marquis.
Berbagai cara Cade lakukan untuk mendapatkan resep rahasia coklat Sylvain Marquis dari mulai merelakan kartu kredit digunakan oleh seorang turis Amerika selama sehari demi bisa magang di tempat Sylvain Marquis, menduplikat kunci hingga nekat masuk diam-diam ke atelier Sylvain Marquis.
Buku ini juga punya queto-queto menarik seperti
"Jika kau ingin memikat seorang wanita yang sebelumnya tak pernah melihat dua kali ke arahmu, cokelat yang lezat adalah senjata yang lebih manjur dibandingkan dengan racun cinta."(hal 32)
"Jalan untuk mencapai tubuh wanita adalah lewat apa yang disukai wanita dalam mulutnya."(hal 32)
Selain membahas mengenai cokelat, novel ini memaparkan dengan detail mengenai setting tempat yang diambilnya serta kesempurnaan gadis Perancis yang mempesona seperti tergambar pada sosok Chantal. serta bahasa Perancis yang banyak diselipkan diantara paragraf-paragraf bisa menambah kosakata kita.
Cerita semakin menarik ketika Sylvain Marquis yang sedang diliput oleh seorang food blogger menemukan sidik jari berlumur coklat di atas kerta-kertas kerja dan meja kerja miliknya.
Bagaimana nasib Cade Corey dan perusahaannya selanjutnya dengan pemberitaan "The Chocolate thief di blog dan koran-koran? Apa Sylvain Marquis tahu siapa yang meninggalkan sidik jari cokelat di mejanya?
The Chocolate Thief merupakan salah satu dari keempat serial cokelat karangan Laura Florand. Ketiga lainnya adalah The Chocolate Kiss, The Chocolate Touch dan The Chocolate Heart yang diterbitkan Bentang Pusaka.
Tanpa diduga Sylvain Marquis menolak tawaran kerjasama Cade Corey, membuat Cade Corey, merasa terhina sekaligus semakin penasaran pada sosok dan coklat Sylvain Marquis.
Berbagai cara Cade lakukan untuk mendapatkan resep rahasia coklat Sylvain Marquis dari mulai merelakan kartu kredit digunakan oleh seorang turis Amerika selama sehari demi bisa magang di tempat Sylvain Marquis, menduplikat kunci hingga nekat masuk diam-diam ke atelier Sylvain Marquis.
Buku ini juga punya queto-queto menarik seperti
"Jika kau ingin memikat seorang wanita yang sebelumnya tak pernah melihat dua kali ke arahmu, cokelat yang lezat adalah senjata yang lebih manjur dibandingkan dengan racun cinta."(hal 32)
"Jalan untuk mencapai tubuh wanita adalah lewat apa yang disukai wanita dalam mulutnya."(hal 32)
Selain membahas mengenai cokelat, novel ini memaparkan dengan detail mengenai setting tempat yang diambilnya serta kesempurnaan gadis Perancis yang mempesona seperti tergambar pada sosok Chantal. serta bahasa Perancis yang banyak diselipkan diantara paragraf-paragraf bisa menambah kosakata kita.
Cerita semakin menarik ketika Sylvain Marquis yang sedang diliput oleh seorang food blogger menemukan sidik jari berlumur coklat di atas kerta-kertas kerja dan meja kerja miliknya.
Bagaimana nasib Cade Corey dan perusahaannya selanjutnya dengan pemberitaan "The Chocolate thief di blog dan koran-koran? Apa Sylvain Marquis tahu siapa yang meninggalkan sidik jari cokelat di mejanya?
The Chocolate Thief merupakan salah satu dari keempat serial cokelat karangan Laura Florand. Ketiga lainnya adalah The Chocolate Kiss, The Chocolate Touch dan The Chocolate Heart yang diterbitkan Bentang Pusaka.
Senin, 17 November 2014
Blogger Cinta Indonesia
Judul
Buku: Blogger Cinta Indonesia
Penerbit : Sixmidad
ISBN: 978-602-70506_7-9
Penulis: Hastira Soekardi, dkk
Cetakan Pertama: Agustus 2014
Penerbit : Sixmidad
ISBN: 978-602-70506_7-9
Penulis: Hastira Soekardi, dkk
Cetakan Pertama: Agustus 2014
Cara Blogger Mencintai Indonesia
Negeri kita Indonesia memiliki banyak kekayaan alam, budaya, bahasa. Ada banyak cara dalam mencintai negeri kita. Semua orang mempunyai caranya masing- masing untuk mengekspersikan rasa cintanya.
Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang memenangkan sebuah kontes yang diselenggarakan oleh Pakdek Cholik komandan Blogcamp pada bulan Juli 2014 dengan tajuk"Aku dan Indonesia".
Melalui kontes ini para blogger diminta untuk menunjukkan rasa cintanya pada negaranya dengan suatu karya nyata bukan hanya berkoar-koar di mulut saja tapi tak ada satu bukti bahwa dia telah berbuat sesuatu sebagai bentuk rasa cintanya pada Indonesia. Ini adalah antalogi pertamaku bersama para blogger hebat. Bangga rasanya bisa jadi salah satu kontestan yang tulisannya ada di buku ini.

Langganan:
Postingan (Atom)






